Apa Itu Gelombang Gravitasi?

Mungkin beberapa waktu waktu lalu sempat booming tentang gelombang gravitasi. Ini karena beberapa ilmuwan LIGO ( Laser Interferometer Gravitational-Wave Observatory ) sukses “merekam” gelombang gravitasi .Tetapi, apa yang disebut dengan gelombang gravitasi?

Sebelum mengulas tentang gelombang gravitasi, silahkan awalnya kita bicarakan terlebih dulu tentang gravitasi menurut teori relativitas.

Gravitasi menurut teori classic ( yang kita dalami waktu SMA ) ialah style tarik menarik di antara dua atau lebih benda bermassa. Tetapi, menurut teori relativitas gravitasi tidak semacam itu – gravitasi ialah sisi dari ruangan serta waktu (space-time). Untuk memudahkan keterangan di atas, silahkan kita pikirkan ruangan serta saat itu seperti satu lembaran kain yang dibetangkan. Saat kita menjatuhkan benda bermassa (contoh : bola bowling) karena itu kain akan melengkung. Makin berat massa benda karena itu makin besar lengkungkan yang dibuat.

Jika kita mengeluarkan kelereng dengan lurus pas mengarah lengkungan barusan karena itu kelereng itu akan jatuh dalam lengkungan. Tetapi jika kita mengeluarkan pada tempat yang pas karena itu kelereng barusan tidak jatuh, tetapi akan mengelilingi bola bowling itu atau dapat disebutkan dalam bahasa lain jika kelereng meng-orbit bola bowling itu.

Ini lah yang berlaku pada orbit bumi pada matahari atau orbit benda benda langit yang lain. Matahari mempunyai massa yang besar sekali hingga matahar melengkungkan ( membelokkan ) ruangan serta waktu. Hingga bumi akan bergerak lurus ikuti arah lengkungan dari ruangan serta waktu. Nah ini lah yang dikatakan sebagai gravitasi. Dapat disebutkan gravitasi ialah lengkungan dari ruangan serta waktu.

Kembali pada gelombang gravitasi. Gelombang gravitasi ini berlangsung saat dua benda bermassa sama-sama mengelilingi keduanya serta membuat “ombak” di susunan ruangan serta waktu. Tak perlu dua buah bintang atau lunbang hitam untuk bikin “ombak” ini, saat ada dua orang berdansa sama-sama mengelilingi mereka akan membuat gelombang gravitasi. Tetapi, sebab massa manusia sanga kecil gelombang gravitasi yang terbentuk sangat kecil, sehinga benar-benar tidak bisa saja untuk dideteksi. Karenanya diperlukan dua buah benda dengan massa besar sekali seperti lubang hitam, bintang neutron, dan lain-lain agar bisa gampang menjumpai gelombang gravitasi. Momen mega-dahsyat seperti menyatunya lubang hitam, supernovae, serta penyatuan bintang neutron bisa membuat gelombang gravitasi yang besar hingga lebih gampang dideteksi.

Meskipun gelombang gravitasi ini diperkirakan oleh Einstein pada tahun 1916, tetapi bukti keberadaanya baru diketemukan 20 tahun sesudah Einstein wafat pada tahun 1974. Pada tahun itu, dua astronom yang kerja di Observatori Radio Arecibo di Puerto Rico temukan Pulsar (bintang neutron yang berotasi secara cepat ) yang berpasangan serta sama-sama mengelilingi. Penemuan ini sama seperti apa yang menurut relativitas umum prediksi akan pancarkan gelombang gravitasi. Pulsar yang berpasangain ini sampai sekarang sudah diawasi sepanjang lebih dari 40 tahun serta pergantian yang dilihat pada orbit ke dua pulsar ini sesuai penghitungan relativitas umum, hingga tidak disangsikan pancarkan gelombang gravitasi.

Meskipun tempat sumber gelombang gravitasi ini benar-benar hebat gangguannya, tetapi saat gelombang ini sampai bumi gelombang gravitasi ini kekuatannya menyusut sampai juta-an kali sebab jaraknya yang benar-benar jauh.

Apa Itu Gelombang Gravitasi?